Posted by Haliza Azwa
03 August 2011
Ramadlan telah tiba.....Ramadlan telah tiba.....Ayo semangat menyambutnya....Ayo Bergegas menuju ampunanNya.Ayo bergegas menuju Berkah yang mungkin tidak diturunkan pada bulan-bulan yang lain. Ayo bergegas mengumpulkan amal dan pahala sebanyak-banyaknya.....(mumpung diskon gede-gedean : berbuat sedikit hasilnya banyaaak), karena kita tidak tahu apakah kita masih akan berjumpa lagi dengan Ramdlan tahun depan dengan kedaan yang sama dengan sekarang atau tidak.Ayo.......kita berlomba-lomba menuju kebaikan.
Tidak terasa sudah hari keempat kita di bulan Ramadlan tahun ini. Sudah banyak tentunya diskon diskon dosa yang harusnya kita peroleh melalui taubat. Begitu Juga dengan "Harga Murah" pahala yang tentunya dapat kita peroleh melalui Banyak beramal. Satu hal lagi yang tidak boleh lupa ketika Ramadlan datang.... Semua Aktivitas kebaikan kita harus tetap berjalan sebagimana biasa. Harus tetap bersemangat....bahkan lebih bersungguh-sungguh. karena hakikatnya ramadlan mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh melakukan apapun sepanjang itu baik buat kita. Ramadlan mengajarkan kepada kita bahwa kesungguhan tidak harus selalu diiringi dengan "ADA", tidak adapun kita harus tetap berupaya aga kita bisa mencapai tujuan akhir.....yaitu KEMENANGAN. Marilah kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan dan taqwa dan saling nasihat menasihati dalam kebaikan tentunya.
Baca Selengkapnya ....
Posted by Haliza Azwa
12 June 2011
Aku sedang duduk menikmati minuman dingin yang baru saja disajikan oleh sang penjual, ketika dua orang berbeda generasi datang mendekat ke tempat ku duduk. Mereka mendekati tempat jualan aksesoris (kalung, liontin, cincin, dan lain-lain). Awalnya, aku sama sekali tidak punya ketertarikan memperhatikan mereka. Sampai akhirnya, salah seorang diantara mereka menawar harga sebuah kalung.
“Boleh lah mas 10 ribu. Masak kalung gitu aja 20 ribu?”, dia mencoba merayu si penjual kalung.
“Yah bu, masak 10 ribu. Ga ada kalung harga segitu sekarang?”, kata si penjual. “kalo sepuuh ribu, yang model kuno seperti ini.” Sang penjual menunjukkan kalung yang dimaksud.
“Aku ndak mau yang itu. Jelek. Aku maunya yang ini“, Kata seseorang yang datang bersama si penawar tadi. Air matanya pun siap-siap jatuh. “Sebentar toh, ini lagi tak tawar.”, kata si penawar.
“Lha terus bolehnya berapa mas?” tanya orang itu pada penjual kalung sambil berusaha menenangkan seseorang yang datang bersamanya tadi. “Boleh ya 10 ribu, saya hanya punya uang segitu”, imbuhnya.
Sambil sesekali memperhatikan putraku yang sedang bermain, aku tertarik juga memperhatikan dua orang tadi. Dua orang berbeda generasi. Generasi lama dan calon generasi baru. Dua orang dengan ekspresi wajah yang berbeda, yang satu tegang seolah-olah menggambarkan banyaknya persoalan hidup yang di hadapi, yang seorang lagi wajah mungil tanpa dosa yang sangat ingin memiliki segala ssuatu yang diinginya. Ya….itulah dua orang yang baru saja ku ceritakan. Seorang Nenek dan cucunya. Nenek itu sudah sangat tua, membawa keranjang yang sudah lusuh beserta beberapa makanan yang tampak dari luar. Dia ingin membelikan cucunya sebuah kalung karena si kecil sudah merengek sedari tadi. Akhirnya kata 15 ribu menjadi kesepakatan penjual dan sang nenek. Sambil menunggu selesainya kalung yang dipesan tadi, si nenek melihat kembali kondisi uangnya. Lima belas ribu……, ternyata uang itu sangat besar artinya buat sang nenek. Begitu juga dengan si cucu. Dia tidak bisa langsung membeli kalung dengan harga yang lebih dari itu. Si nenek berkali-kali mengganti pilihannya Subhanallah…..mereka menyadarkanku betapa aku adalah orang yang sering lupa untuk bersyukur, betapa Allah sudah memberikan segala yang terbaik untuk hidupku, tetapi aku belum mampu berbuat yang terbaik. Ternyata masih banyak orang di sekelilingku yang kehidupannya jauh lebih tidak beruntung dibandingkan aku. Betapa uang lima belas ribu yang biasanya begitu saja habis untuk jajan, teryata sangat berharga buat orang lain. Ya Allah terima kasih sudah mengirimkan mereka sebagai pelajaran dan penyadaran hidup yang sangat berharga. Semoga ke depan aku bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur dan lebih bermanfaat. Amin.
Baca Selengkapnya ....
Posted by Haliza Azwa
31 May 2011
Tahun pelajaran 2010/2011 akan segera berakhir. Semua siswa di semua jenjang pendidikan akan segera menyelesaikan satu jenjang /tingkat pendidikan untuk naik ke tingkat/jenjang berikutnya atau bahkan tetap tinggal pada jenjang yang sekarang. Untuk menentukan apakah siswa tesebut layak atau tidak naik ke jenjang berikutnya, maka diadakan tes/ujian akhir semester. Tes diadakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah melakukan proses belajar,
Tahun pelajaran 2010/2011 akan segera berakhir. Semua siswa di semua jenjang pendidikan akan segera menyelesaikan satu jenjang /tingkat pendidikan untuk naik ke tingkat/jenjang berikutnya atau bahkan tetap tinggal pada jenjang yang sekarang. Untuk menentukan apakah siswa tesebut layak atau tidak naik ke jenjang berikutnya, maka diadakan tes/ujian akhir semester. Tes diadakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah melakukan proses belajar, untuk mengukur seefektif apa metode KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) yang telah dilakukan.
Ketika seorang siswa akan menjalani sebuah tes, hendaknya dia tahu betul apa sebenarnya tujuan tes dan tujuan pembelajaran yang dia lakukan selama ini. Akhir-akhir ini banyak sekali siswa yang mengikuti tes secara curang, mislanya dengan mencontek atau bertanya pada teman di dekatnya. Ketika hal itu terjadi, siswa tersebut belum menyadari hakikat tes itu sendiri. Bahkan dia mungkin belum tahu arti pembelajaran yang dia lakukan selama ini. Siswa tersebut hanya berharap naik kelas/lulus dengan nilai baik, dapat ijasah, atau dapat gelar, setelah itu selesai. Padahal, ketika kita menuntut ilmu maka esensi yang kita harapkan adalah perubahan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih unggul. Pada tingkatan tertinggi kita berharap kehidupan yang indah di dunia dan di ahirat.
Ketika hal itu disadari dengan penuh kesadaran, maka kita pasti akan bisa melakukan setiap tahap/proses pembelajaran dengan benar. Karena kita tahu, untuk apa sebenarnya kita belajar(bersekolah) dan untuk apa kita mengikuti Ujian.Akhir kata, saya ucapkan selamat mempersiapkan diri dengan baik untuk semua siswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti tes Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011. Jangan Budayakan Mencontek. SEMOGA BERHASIL.
Baca Selengkapnya ....
Posted by Haliza Azwa
12 October 2010
new artikel
Saya ucapkan selamat kepada siswa-siswa SMK Tunas Harapan Pati yang telah berjuang dengan gigih dan terus bersemangat dalam mengikuti seleksi Lomba Keterampilan Siswa (LKS) tingkat kabupaten.
Teruslah bersemangat, terutama bagi mereka yang menjadi juara 1. Kemenangan di tingkat kabupaten berarti tangga menuju LKS tingkat propinsi. Teruslah belajar dan berlatih, serta jangan lupa terus berdoa.
semoga prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat buat kita semua.
Baca Selengkapnya ....