Kumpulan Puisi
0
komentar
MUNAJAT
Ya Allah....
Lidahku kelu tak tahu hendak berucap apa
Bibirku serasa tak bisa dibuka
Suaraku tertahan di tenggorokan
Hatiku riuh bergemuruh
Jiwaku hendak ingin menangis
Air mataku mengambang di sudut mata
Ya Allah....
Kepadamu Yang Maha Pengampun
Kami memohon ampunan
Atas semua kesalahan yang kami lakukan
Dulu.....
di waktu itu....
Ya Allah....
Maafkan kami yang selalu berkeluh kesah
tiada syukur atas nikmat yang kau berikan
tiada sabar atas ujian yang datang
ya Allah....
di hadapanMu kami tengadahkan tangan
memohon dengan kerendahan hati
jadikan kami, hambaMU ini
insan yang Engkau berkahi....
Bunda Nabil
Sahabatku...Maafkan Aku
Persahabatan itu tidak pernah memaksa
Persahabatan itu adalah sebuah keindahan
Persahabatan itu tidak saling menyakitkan
Persahabatan itu........
Akan selalu indah
Walaupun......
Selalu ada duri rintangan
Sahabatku......
maafkan aku
Bayak sekali kata keliru yang selama ini aku katakan.
Banyak harapan semu yang selama ini aku berikan.
Sahabatku....
Mungkin aku tidak mampu menjadi sahabat terbaikmu.
Aku selalu berada di balik punggungmu.
Aku terlalu pengecut untuk menghadapi kenyataan.
Sahabatku....
Aku tidak ingin penderitaan ini menjadi bebanmu
Aku tidak ingin susahnya hidupku menjadi gundahmu.
Aku ingin kau bahagia
Sahabatku..
Maafkan aku....
An@nda Sibawih,March,2005
-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
Maafkan Aku
--> -------------------------------------------------------------------------------
Untukmu Saudariku
Kalupun aku ada dihatimu
Maka itulah kebahagiaanku
Banyak sekali ruang dihatimu
Untuk Allah, Ibu, Ayah,Saudara
Dan untuk orang yang kau cintai
Kalaupun aku ada di hatimu
Maka itulah sebab keceriaanku
Ruangan di hatimupun
Beragam macam
Ruang tertinggi untuk Allah
Ruang termulia untuk Ibu
Ruang terhormat untuk Ayah, dan
Ruang terindah untuk saudara
Kalaupun aku ada di hatimu
Itulah penghibur birunya hatiku
Letakkan diriku di ruang sederhana
Paling sederhana.........
Agar jarang kau ingat aku
Tapi tak pernah kau lupa.
Malang, 18 Desember 2004
Hadiah ultah dari sahabatku
S. Nurhidayah
----------------------------------------------------------------------------------------------
Maafkan Aku
Andai aku tahu, bahwa saat itu aku sedang merasakan perasaan itu.
Andai aku tak perlu berbohong dalam hatiku.
Andai aku mengerti bahwa perasaan itu tidak pernah main-main
Andai akupun tahu bahwa..........
Dimanapun kelak kapalnya berlabuh
Kutunggu Ia di gubuk hatiku
Tempat cerita selalu bertemu dahulu.
Dimanapun kelak dia tinggal
Aku akan senantiasa merindukannya
Akan aku simpan kenangan masa lalu itu
Walaupun itu terlalu pilu
Biarlah............
Biarlah kenangan itu tetap ku ingat
Hingga saatnya nanti
jika dia kembali
Akan aku katakan semuanya.
Maafkan aku sahabat......
Aku akui aku memang seorang pengecut
Tidak berani berkata jujur walau pada teman sendiri
Aku akui sahabat.....
Itu hanya serpihan masa lalu
Yang mungkin kau telah membuangnya jauh dari kehidupanmu
Namun aku tetap berharap
Kau akan terima keberanianku
Berkata jujur di hadapanmu
Dihadapan Tuhanmu.
Sahabat.......
Ketahuilah.......
Hanya satu tujuanku menunggumu
Melewati batas waktu kerinduanku
Aku hanya ingin kau menyaksikan
Bahwa aku sama seperti yang kau bayangkan dalam diarymu
Waktu itu.......
Bahwa aku........
memang terlalu bodoh untuk mengakui perasaan itu
Sahabat......
Bilakah kau datang?
Aku akan selalu menunggumu
Hanya......
Bila maut belum menjemputku.....
Sahabat......Ketahuilah
Aku menunggumu.........di batas kerinduanku.
Dengan satu keinginan
Hanya......ingin kuucapkan.
Maafkan Aku
Atas kesombonganku............
Waktu itu.
26 Desember 2004
Ananda Sibawih

0 komentar:
Post a Comment