Berpikirlah....
01 November 2011
0
komentar
Ketika ada seorang siswa yang tidak masuk sekolah tanpa alasan, aku selalu mencoba mencari tahu kenapa dia tidak masuk sekolah. Aku sangat penasaran. Aku mencari tahu melalui anak yang bersangkutan ketika mereka masuk pada hari berikutnya ataupun mencari tahu melalui sumber lain yang dapat dipercaya seperti wali kelas, guru Bimbingan Konseling, ataupun melalui teman dekatnya. Aku selalu saja penasaran terhadap mereka yang dengan sengaja melewatkan waktunya bersekolah hanya untuk main-main ataupun melakukan hal yang tidak perlu tanpa alasan yang jelas. Rasanya aku ingin marah sekali, apalagi untuk mereka yang bolos hanya karena tidak dibelikan barang tertentu oleh orang tuanya, yang bahkan si orang tua memang tidak mampu membelikan barang itu.
Sungguh, jika mereka tahu bagimana rasanya seorang anak yang ingin sekali sekolah, tapi orang tua mereka tidak mampu menyekolahkan mereka,
karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan. Sungguh jika mereka mau membuka mata dan hati, bahwa orang tua mereka sudah bekerja sangat keras untuk mencukupi semua kebutuhan mereka dengan baik, dan sungguh jika mereka tidak menutup mata bahwa sebenarnya di luar sana ada banyak sekali anak yang memiliki potensi yang sama, tetapi mereka tidak punya kesempatan yang sama untuk bersukolah karena tuntutan keadaan dan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi. Apakah para siswa itu masih berani untuk bolos? Andai mereka tahu semua itu, apa mereka masih akan melakukan hal yang sama? Atau mereka sudah tahu semua hal itu, tetapi mereka menutup mata dan mengunci hati mereka rapat-rapat? Entahlah….akupun belum tahu jawabannya. Tetapi, batinku menjerit melihat itu semua, aku teringat dengan diriku di masa lalu. Betapa aku, seorang anak petani miskin, ketika aku ingin sekali melanjutkan sekolah ke SMU, aku dan kedua orang tuaku harus bekerja luar biasa keras bahkan untuk membayar biaya sekolah yang tidak seberapa waktu itu, selain itu aku masih harus berjuang mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tuaku. Padahal, dibandingkan besarnya biaya yang harus dibayar siswa Sekolah Menengah saat ini, jumlah yang harus dibayar orang tuaku sepuluh tahun yang lalu sangatlah sedikit, tetapi mereka tidak mampu. Aku yakin, banyak diantara orang tua mereka yang suka membolos atau berulah di sekolah juga mempunyai kondisi ekonomi yang sama dengan keluargaku waktu itu. Orang tua mereka harus bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan mereka saat ini. Namun, mengapa mereka tega melakukan hal yang buruk yang dapat mengecewakan hati orang tua? Mengapa atas nama masa remaja, bahkan sebagian dari mereka rela untuk melakukan hal yang tercela yang dapat membuat aib bagi keluarga? Masih adakah dalam pikiran mereka ruang untuk memikirkan orang tua? Cobalah kalian renungkan kembali, wahai para pembolos….apa yang sebenarnya kalian cari dari tindakan kalian ini?Adakah manfaatnya untuk hidup kalian saat ini dan nanti? Adakah kalian pernah memikirkan kondisi kalian nanti di masa depan? Ataukah kalian pernah berpikir tentang kondisi orang tua kalian?
karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan. Sungguh jika mereka mau membuka mata dan hati, bahwa orang tua mereka sudah bekerja sangat keras untuk mencukupi semua kebutuhan mereka dengan baik, dan sungguh jika mereka tidak menutup mata bahwa sebenarnya di luar sana ada banyak sekali anak yang memiliki potensi yang sama, tetapi mereka tidak punya kesempatan yang sama untuk bersukolah karena tuntutan keadaan dan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi. Apakah para siswa itu masih berani untuk bolos? Andai mereka tahu semua itu, apa mereka masih akan melakukan hal yang sama? Atau mereka sudah tahu semua hal itu, tetapi mereka menutup mata dan mengunci hati mereka rapat-rapat? Entahlah….akupun belum tahu jawabannya. Tetapi, batinku menjerit melihat itu semua, aku teringat dengan diriku di masa lalu. Betapa aku, seorang anak petani miskin, ketika aku ingin sekali melanjutkan sekolah ke SMU, aku dan kedua orang tuaku harus bekerja luar biasa keras bahkan untuk membayar biaya sekolah yang tidak seberapa waktu itu, selain itu aku masih harus berjuang mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tuaku. Padahal, dibandingkan besarnya biaya yang harus dibayar siswa Sekolah Menengah saat ini, jumlah yang harus dibayar orang tuaku sepuluh tahun yang lalu sangatlah sedikit, tetapi mereka tidak mampu. Aku yakin, banyak diantara orang tua mereka yang suka membolos atau berulah di sekolah juga mempunyai kondisi ekonomi yang sama dengan keluargaku waktu itu. Orang tua mereka harus bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan mereka saat ini. Namun, mengapa mereka tega melakukan hal yang buruk yang dapat mengecewakan hati orang tua? Mengapa atas nama masa remaja, bahkan sebagian dari mereka rela untuk melakukan hal yang tercela yang dapat membuat aib bagi keluarga? Masih adakah dalam pikiran mereka ruang untuk memikirkan orang tua? Cobalah kalian renungkan kembali, wahai para pembolos….apa yang sebenarnya kalian cari dari tindakan kalian ini?Adakah manfaatnya untuk hidup kalian saat ini dan nanti? Adakah kalian pernah memikirkan kondisi kalian nanti di masa depan? Ataukah kalian pernah berpikir tentang kondisi orang tua kalian?
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Berpikirlah....
Ditulis oleh Haliza Azwa
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://blogesemha.blogspot.com/2011/11/berpikirlah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Haliza Azwa
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Post a Comment