Administrasi Guru

Posted by Haliza Azwa 17 October 2012 0 komentar
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah salah satu perangkat pembejaran yang harus dibuat oleh guru setiap awal tahun pelajaran. RPP ini harus selalu dibuat dan diperbarui setiap tahun, karena merupakan acuan guru untuk melaksanakan pembelejaran di kelas selama satu tahun pelajaran.Intinya RPP merupakan tugas wajib bagi guru atau istilah lainnya merupakan "makanan pokok" yang tidak boleh terlewatkan. Meski merupakan "makanan pokok", ternyata dalam pembuatan RPP ini masih banyak kendala dan masalah, terutama penggunaan tata bahasa. Bisanya kita memerlukan bahan acuan atau contoh agar lebih mudah dalam membuat RPP. Untuk itu, penulis akan berbagi...

Baca Selengkapnya ....

Belajar dari anak...

Posted by Haliza Azwa 16 October 2012 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahiim…..
Suara itu terasa berat. Hampir seperti merengek…
Alhamdulillahi….(rabbil ‘alamin)-yang dikasih kurung hamper ga kedengeran-
Suara itu semakin berat….
Arrahma-(Nirrahiiim)
Suara yang keluar beriringan dengan suara serak yang kian berat…..
Maaliki yaumiddin….
(………..)
Lanjutan Alfatihah itu sudah tergantikan dengan sesenggukan….
Hmms…hms….hms…..

“Lho….kenapa tidak dilanjutkan tadi Alfatihahnya?”
Dengan bibir yang maju lima centi dan suara serak yang berat…”Bunda aja”.
Aku menahan diri untuk tertawa. Geli juga mendengar dan melihatnya. Ada bendungan air
mata yang siap tumpah. Ada rasa marah dan keinginan yang tak bisa segera terwujudkan…
(Ya Allah,semoga perjuangan seorang Ibu ini menjadi pemantik api kesadaran seorang insane
untuk selalu mendahulukan ketaatan pada RabbNya. Aku berdoa lirih dalam hati)
Tidak tega juga melihatnya seperti itu…kalau lagi asyik dengan permainannya, apalagi
permainan “menyetir mobil” tidak bisa diajak belajar apalagi mengaji.


Baca Selengkapnya ....

Mimpiku (2)

Posted by Haliza Azwa 25 September 2012 0 komentar

Aku terus berusaha mendapatkan pekerjaan “terbaik”, Bisa pulang ke rumah maksimal jam dua dan tidak perlu kerja shift. (kedengarannya egois banget ya. Lha wong masih jadi pelamar aja, kriteria kok macem-macem. Hehehe…..). kalo mau usaha di rumah, aku juga bingug mau usaha apa. Maklum tidak pernah punya pengalaman dalam bidang “marketing”. Akhirnya, aku masih memutuskan juga untuk hunting tempat kerja terbaik.
Beberapa wawancara sudah aku kunjungi, namun belum ada juga yang “berjodoh” denganku. Aku belum menemukan pilihan “terbaik” seperti impian kami. Alhamdulillah, suamiku mendukung setiap apa yang aku lakukan.
Di samping mengirimkan banyak lamaran itu, aku juga harus mulai belajar lagi, karena terus terang semenjak aku lulus kuliah awal tahun 2006, kemudian menikah dan hamil sampai melahirkan anak petama, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk “belajar dan mengulang” ilmu yang kudapatkan di bangku pendidikan. Maka ketika aku dihadapkan pada tes kerja, akupun mulai membuka kembali tumpukan kitab yang tertata rapi dalam istana kardus.

Baca Selengkapnya ....

Mimpiku (1)

Posted by Haliza Azwa 23 September 2012 0 komentar

Teringat dengan sepenggal cerita kehidupan, di akhir desember tahun dua ribu delapan.
Saat itu, aku sedang pontang panting mencari pekerjaan “terbaik” bagiku dan keluarga (aku katakan pekerjaan terbaik, bukan hanya pekerjaan dengan gaji yang lebih atau tempat yang terhormat, tetapi juga pas dengan kondisiku sebagai istri dan seorang ibu Rumah Tangga). Ya…Semenjak pertengahan tahun 2008, aku memang mulai sibuk mengirim beberapa lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan yang membuka lowongan di sekitar kami tinggal di suatu daerah di Sidoarjo, Jawa Timur. Banyak perusahaan yang ku kirimi lamaran, dan ada beberapa perusahaan yang memanggilku untuk tes. Tapi sampai akhir tahun 2008, aku belum juga menemukan pekerjaan “terbaik” tersebut. 

Baca Selengkapnya ....

Selamat Pagi....

Posted by Haliza Azwa 21 September 2012 0 komentar
Selamat pagi semuanya....
Sudah lama sekali  blog ini tidak terurus dengan baik rupanya. Lama sekali tidak menulis disini.
Setelah berkutat dengan rutinitas yang cukup padat, ingin rasanya kembali menulis di blog dan 
membuat blog ini lebih bermanfaat dan lebih ramai. 
Pagi ini sambil menunggu jam mengajar di sekolah,saya ingin membagi cerita tentang keresahan saya pribadi 
atas pendidikan sekarang.
Sebagai seorang guru, saya merasa khawatir dengan perkembangan siswa. Banyak diantara siswa yang tidak memiliki motivasi yang baik dalam bersekolah. Mereka cenderung malas untuk belajar dengan tekun dan sangat rendah sekali jiwa kerja kerasnya. Padahal, para guru tidak henti-hentinya memberikan motivasi tentang pentingnya hal tersebut. Tetapi, setiap peringatan dan motivasi yang diberikan seolah-olah hanya dianggap sebagai berita dan angin lalu saja. Rendahnya motivasi siswa berpengaruh sangat besar terhadap proses belajar yang dikerjakan di sekolah....Para pembaca sekalian kami mohon masukan dan komentarnya atau sharing informasi barangkali bagaimana caranya mengefektifkan pemberian motivasi terhadap siswa...


Baca Selengkapnya ....

Berpikirlah....

Posted by Haliza Azwa 01 November 2011 0 komentar
Ketika ada seorang siswa yang tidak masuk sekolah tanpa alasan, aku selalu mencoba mencari tahu kenapa dia tidak masuk sekolah. Aku sangat penasaran. Aku mencari tahu melalui anak yang bersangkutan ketika mereka masuk pada hari berikutnya ataupun mencari tahu melalui sumber lain yang dapat dipercaya seperti wali kelas, guru Bimbingan Konseling, ataupun melalui teman dekatnya. Aku selalu saja penasaran terhadap mereka yang dengan sengaja melewatkan waktunya bersekolah hanya untuk main-main ataupun melakukan hal yang tidak perlu tanpa alasan yang jelas. Rasanya aku ingin marah sekali, apalagi untuk mereka yang bolos hanya karena tidak dibelikan barang tertentu oleh orang tuanya, yang bahkan si orang tua memang tidak mampu membelikan barang itu. Sungguh, jika mereka tahu bagimana rasanya seorang anak yang ingin sekali sekolah, tapi orang tua mereka tidak mampu menyekolahkan mereka,

Baca Selengkapnya ....

Belajar dari anak (1)

Posted by Haliza Azwa 07 October 2011 0 komentar
Pada suatu malam yang cerah, seorang anak berumur tiga tahun sedang bermain di rumah temannya. Anak itu bernama Fadli. Teman sepermainannya tentu seorang Balita pula, tetapi umurnya sedikit lebih tua. Namanya Mabrur. Mereka berdua asyik sekali bermain aneka macam permainan. Mulai berlarian, belajar membaca, main petak umpet, sampai balapan sepeda. Mereka sangat asyik bermain. Mereka tidak peduli waktu itu adalah malam hari. Mereka terlalu asyik, tidak mau diusik oleh apapun. Sampai ketika jam menunjuk angka sembilan ada suara berat mendekati mereka. “Fadli, ayo pulang.” “Aku tidak mau pulang Ayah. Aku disini saja. Aku masih ingin bermain.” Jawab Fadli kepada seseorang yang baru datang. Ternyata pemilik suara berat itu adalah Ayah Fadli. “Tapi ini sudah malam, nak. Sudah waktunya tidur sekarang.”, Ayah Fadli mencoba merayu. “Tidak. Aku masih belum Ngantuk. Aku masih ingin disini main sama kak Mabrur.”, Fadli berteriak ketika sang Ayah bergerak mendekatinya. “Tapi, Nak. Kak Mabrur juga akan tidur secepatnya. Besok khan sekolah. Kamu juga khan besok sekolah. 


Baca Selengkapnya ....

MENYERBU RAMADLAN.........

Posted by Haliza Azwa 03 August 2011 0 komentar
Ramadlan telah tiba.....Ramadlan telah tiba.....Ayo semangat menyambutnya....Ayo Bergegas menuju ampunanNya.Ayo bergegas menuju Berkah yang mungkin tidak diturunkan pada bulan-bulan yang lain. Ayo bergegas mengumpulkan amal dan pahala sebanyak-banyaknya.....(mumpung diskon gede-gedean : berbuat sedikit hasilnya banyaaak), karena kita tidak tahu apakah kita masih akan berjumpa lagi dengan Ramdlan tahun depan dengan kedaan yang sama dengan sekarang atau tidak.Ayo.......kita berlomba-lomba menuju kebaikan.
Tidak terasa sudah hari keempat kita di bulan Ramadlan tahun ini. Sudah banyak tentunya diskon diskon dosa yang harusnya kita peroleh melalui taubat. Begitu Juga dengan "Harga Murah" pahala yang tentunya dapat kita peroleh melalui Banyak beramal. Satu hal lagi yang tidak boleh lupa ketika Ramadlan datang.... Semua Aktivitas kebaikan kita harus tetap berjalan sebagimana biasa. Harus tetap bersemangat....bahkan lebih bersungguh-sungguh. karena hakikatnya ramadlan mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh melakukan apapun sepanjang itu baik buat kita. Ramadlan mengajarkan kepada kita bahwa kesungguhan tidak harus selalu diiringi dengan "ADA", tidak adapun kita harus tetap berupaya aga kita bisa mencapai tujuan akhir.....yaitu KEMENANGAN. Marilah kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan dan taqwa dan saling nasihat menasihati dalam kebaikan tentunya.

Baca Selengkapnya ....

Belajar tentang mensyukuri Nikmat

Posted by Haliza Azwa 12 June 2011 0 komentar
Aku sedang duduk menikmati minuman dingin yang baru saja disajikan oleh sang penjual, ketika dua orang berbeda generasi datang mendekat ke tempat ku duduk. Mereka mendekati tempat jualan aksesoris (kalung, liontin, cincin, dan lain-lain). Awalnya, aku sama sekali tidak punya ketertarikan memperhatikan mereka. Sampai akhirnya, salah seorang diantara mereka menawar harga sebuah kalung.
“Boleh lah mas 10 ribu. Masak kalung gitu aja 20 ribu?”, dia mencoba merayu si penjual kalung.
“Yah bu, masak 10 ribu. Ga ada kalung harga segitu sekarang?”, kata si penjual. “kalo sepuuh ribu, yang model kuno seperti ini.” Sang penjual menunjukkan kalung yang dimaksud.
“Aku ndak mau yang itu. Jelek. Aku maunya yang ini“, Kata seseorang yang datang bersama si penawar tadi. Air matanya pun siap-siap jatuh. “Sebentar toh, ini lagi tak tawar.”, kata si penawar.
“Lha terus bolehnya berapa mas?” tanya orang itu pada penjual kalung sambil berusaha menenangkan seseorang yang datang bersamanya tadi. “Boleh ya 10 ribu, saya hanya punya uang segitu”, imbuhnya.
Sambil sesekali memperhatikan putraku yang sedang bermain, aku tertarik juga memperhatikan dua orang tadi. Dua orang berbeda generasi. Generasi lama dan calon generasi baru. Dua orang dengan ekspresi wajah yang berbeda, yang satu tegang seolah-olah menggambarkan banyaknya persoalan hidup yang di hadapi, yang seorang lagi wajah mungil tanpa dosa yang sangat ingin memiliki segala ssuatu yang diinginya. Ya….itulah dua orang yang baru saja ku ceritakan. Seorang Nenek dan cucunya. Nenek itu sudah sangat tua, membawa keranjang yang sudah lusuh beserta beberapa makanan yang tampak dari luar. Dia ingin membelikan cucunya sebuah kalung karena si kecil sudah merengek sedari tadi. Akhirnya kata 15 ribu menjadi kesepakatan penjual dan sang nenek. Sambil menunggu selesainya kalung yang dipesan tadi, si nenek melihat kembali kondisi uangnya. Lima belas ribu……, ternyata uang itu sangat besar artinya buat sang nenek. Begitu juga dengan si cucu. Dia tidak bisa langsung membeli kalung dengan harga yang lebih dari itu. Si nenek berkali-kali mengganti pilihannya Subhanallah…..mereka menyadarkanku betapa aku adalah orang yang sering lupa untuk bersyukur, betapa Allah sudah memberikan segala yang terbaik untuk hidupku, tetapi aku belum mampu berbuat yang terbaik. Ternyata masih banyak orang di sekelilingku yang kehidupannya jauh lebih tidak beruntung dibandingkan aku. Betapa uang lima belas ribu yang biasanya begitu saja habis untuk jajan, teryata sangat berharga buat orang lain. Ya Allah terima kasih sudah mengirimkan mereka sebagai pelajaran dan penyadaran hidup yang sangat berharga. Semoga ke depan aku bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur dan lebih bermanfaat. Amin.

Baca Selengkapnya ....

JELANG UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2010/2011

Posted by Haliza Azwa 31 May 2011 0 komentar
Tahun pelajaran 2010/2011 akan segera berakhir. Semua siswa di semua jenjang pendidikan akan segera menyelesaikan satu jenjang /tingkat pendidikan untuk naik ke tingkat/jenjang berikutnya atau bahkan tetap tinggal pada jenjang yang sekarang. Untuk menentukan apakah siswa tesebut layak atau tidak naik ke jenjang berikutnya, maka diadakan tes/ujian akhir semester. Tes diadakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah melakukan proses belajar,

Tahun pelajaran 2010/2011 akan segera berakhir. Semua siswa di semua jenjang pendidikan akan segera menyelesaikan satu jenjang /tingkat pendidikan untuk naik ke tingkat/jenjang berikutnya atau bahkan tetap tinggal pada jenjang yang sekarang. Untuk menentukan apakah siswa tesebut layak atau tidak naik ke jenjang berikutnya, maka diadakan tes/ujian akhir semester. Tes diadakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah melakukan proses belajar, untuk mengukur seefektif apa metode KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) yang telah dilakukan.
Ketika seorang siswa akan menjalani sebuah tes, hendaknya dia tahu betul apa sebenarnya tujuan tes dan tujuan pembelajaran yang dia lakukan selama ini. Akhir-akhir ini banyak sekali siswa yang mengikuti tes secara curang, mislanya dengan mencontek atau bertanya pada teman di dekatnya. Ketika hal itu terjadi, siswa tersebut belum menyadari hakikat tes itu sendiri. Bahkan dia mungkin belum tahu arti pembelajaran yang dia lakukan selama ini. Siswa tersebut hanya berharap naik kelas/lulus dengan nilai baik, dapat ijasah, atau dapat gelar, setelah itu selesai. Padahal, ketika kita menuntut ilmu maka esensi yang kita harapkan adalah perubahan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih unggul. Pada tingkatan tertinggi kita berharap kehidupan yang indah di dunia dan di ahirat.
Ketika hal itu disadari dengan penuh kesadaran, maka kita pasti akan bisa melakukan setiap tahap/proses pembelajaran dengan benar. Karena kita tahu, untuk apa sebenarnya kita belajar(bersekolah) dan untuk apa kita mengikuti Ujian.Akhir kata, saya ucapkan selamat mempersiapkan diri dengan baik untuk semua siswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti tes Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011. Jangan Budayakan Mencontek. SEMOGA BERHASIL.



Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Education Center.