Belajar dari anak...
16 October 2012
0
komentar
Bismillahirrahmanirrahiim…..
Suara
itu terasa berat. Hampir seperti merengek…
Alhamdulillahi….(rabbil
‘alamin)-yang dikasih kurung hamper ga kedengeran-
Suara
itu semakin berat….
Arrahma-(Nirrahiiim)
Suara
yang keluar beriringan dengan suara serak yang kian berat…..
Maaliki
yaumiddin….
(………..)
Lanjutan
Alfatihah itu sudah tergantikan dengan sesenggukan….
Hmms…hms….hms…..
“Lho….kenapa
tidak dilanjutkan tadi Alfatihahnya?”
Dengan
bibir yang maju lima centi dan suara serak yang berat…”Bunda aja”.
Aku
menahan diri untuk tertawa. Geli juga mendengar dan melihatnya. Ada bendungan
air
mata
yang siap tumpah. Ada rasa marah dan keinginan yang tak bisa segera terwujudkan…
(Ya
Allah,semoga perjuangan seorang Ibu ini menjadi pemantik api kesadaran seorang
insane
untuk
selalu mendahulukan ketaatan pada RabbNya. Aku berdoa lirih dalam hati)
Tidak
tega juga melihatnya seperti itu…kalau lagi asyik dengan permainannya, apalagi
permainan
“menyetir mobil” tidak bisa diajak belajar apalagi mengaji.
Baca Selengkapnya ....

