Merindukan Indonesia Baru

Posted by Haliza Azwa 04 February 2013 0 komentar
Rasanya sudah bosan dengan pemandangan setiap hari di televisi. Suguhan berita hanya bolak balik arah dari kehidupan selebritis yang serba wah, gosip tentang hubungan terlarang atau Artis yang sedang naik daun dan tersandung Narkoba. Bosan juga dengan acara televisi yang  menyuguhkan talk show atau reality show yang hanya membahas kesuksesan-kesuksesan para artis. Seolah-olah di negeri ini hanya artis saja yang mudah dapat "duit". Kalo ga artis, yang jadi bahan pemberitaan ya mereka yang sekarang sedang wira wiri di ruang sidang tersandung kasus korupsi. Topik pembicaraan tenatng mereka yang ramai ramai kita pilih untuk menyauarakan aspirasi kita, mereka yang disebut oleh negara sebagai Wakil Rakyat.
Entah karena apa dan awalnya bagaimana seolah negara ini tidak  bisa bangkit dari keterpurukan. Tidur panjang dan pulas.Sebagian orang yang diamanahi kekuasaan cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Tidak ada langkah ekstra dan nyata yang terbukti jitu mengajak semua elemen bangsa ini menjadi satu padu membangun kejayaan bersama. Mereka yang berkuasa justru leluasa membuat bangsa ini menjadi semakin rendah dalam pandangan dunia.


Baca Selengkapnya ....

Menentukan Kaki Transistor

Posted by Haliza Azwa 28 January 2013 0 komentar

Mau bagi-bagi ilmu ni para sahabat pembaca. Terutama para sahabat pembaca yang lagi belajar komponen elektronika atau yang lagi seneng dengan yang namanya elektronika. Kali ini saya akan berbagi tentag cara menentukan kaki TRANSISTOR menggunakan multimeter.

  • Menentukan Kaki Basis

  1. Pastikan saklar pemilih pada multimeter analog berada pada skala Ohmmeter. 
  2. Multimeter dianggap berfungsi sebagai baterai, dimana probe hitam dianggap positif dan probe merah negative. 
  3. Sambungkan salah satu probe pada salah satu kaki transistor 
  4. Sambungkan probe yang lain ke kaki-kaki transistor yang lain secara bergantian, sehingga mendapatkan kondisi satu probe tetap pada satu kaki dan probe yang lain betukar-tukar tempat. 
  5. Pastikan bahwa posisi satu kaki probe tetap pada satu kaki transistor, dan probe yang lain bertukar hingga mendapatkan kondisi jarum selalu menyimpang dengan salah satu probe selalu terhubung dengan salah satu kaki transistor. 
  6. Apabila jarum menyimpang dengan kondisi salah satu probe yang tetap menyambung, maka kaki transistor pada probe yang tetap adalah kaki Basis. 
  7. Jika probe yang terletak pada kaki Basis tersebut adalah merah, maka tipe transistor tersebut adalah PNP. 
  8. Jika probe yang terletak pada kaki Basis tersebut adalah hitam, maka tipe transistor tersebut adalah NPN.
Demikianlah cara menentukan Kaki basis pada transistor. Selanjutnya untuk menentukan kaki Kolektor dan Emitor, ikuti langkah berikut ya :
  1. Pastikan kita sudah tahu tipe transitornya. 
  2. Hubungkan probe dengan kaki-kaki selain basis, colek kaki basis menggunakan jari kita, sehingga sedikit menyimpang.
  3. Misalnya tipe transistornya adalah tipe PNP, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka Probe hitam adalah Emitor dan Probe merah  adalah Colector 
  4. Pada tipe transistor NPN, apabila jarum menyimpang sedikit setelah kaki basis kita colek dengan jari, maka Probe hitam adalah Colector dan Probe merah adalah Emitor.
Oke Sobat Inilah cara menentukan kaki transistor menggunakan multimeter analog. Selamat Mencoba! 

Baca Selengkapnya ....

Maulid Nabi

Posted by Haliza Azwa 22 January 2013 0 komentar
Setiap tanggal 12 Rabiulawal, banyak sekali umat muslim yang merayakan hari kelahiran Nabi Agung, Nabi Muhammad SAW yang biasa dikenal istilah Maulid Nabi. Perayaan Maulid Nabi biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan berupa pengajian, shalawat atau doa bersama,serta perlombaan-perlombaan yang nantinya semua itu diharapkan dapat menumbuhsuburkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Rasa cinta yang senantiasa harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap muslim, terlebih lagi generasi muda. Memang, menunjukkan rasa cinta tidak hanya dengan mengenang kelahiran beliau, ada banyak sekali cara, tetapi dengan momen ini diharapkan mampu menjadi pemantik api bagi mereka yang kurang sadar dan lalai dalam mencintai Rasulullah.

Baca Selengkapnya ....

Pendidikan Vs. RSBI

Posted by Haliza Azwa 20 January 2013 0 komentar
Dengan dibubarkannya sekolah sekolah bertitel RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) oleh Mahkamah Konstitusi baru-baru ini menuai banyak komentar dan pendapat. Ada yang setuju dan mendukung keputusan tersebut, ada juga yang menolak atau bahkan bertanya-tanya mengapa Mahkamah Konstitusi (baca : MK) harus membubarkan RSBI. Beberapa alasan yang dikemukakan oleh MK tentang pembubaran RSBI antara lain adalah Kesenjangan perlakuan terhadap sekolah dan siswa, kesenjangan aliran dana atau bantuan dari pusat, serta mengikis karakter bangsa. Untuk alasan yang terakhir ini disebutkan bahwa, metode pengajaran RSBI yang menggunakan system Billingual atau dua bahasa atau bahkan lebih mengedepankan penggunaan Bahasa Inggris dapat menyebabkan kurangnya rasa cinta pemuda Indonesia terhadap Bahasa Ibu, yaitu Bahasa Indonesia.
            Terlepas dari apapun alasan yang dikemukan MK tentang pembubaran RSBI, kita sebagai masyarakat Indonesia tetap mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermoral. Pendidikan yang mampu mencetak generasi bangsa yang bersih, jujur, dan mau bekerja keras uuntuk kemajuan bangsanya, bukan hanya untuk kemajuan golongan atau pribadi. Apapun title sekolah eks RSBI nantinya, kita berharap bahwa pemerintah semakin jeli dan hati-hati dalam membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan bagi Negara.

Baca Selengkapnya ....
Posted by Haliza Azwa 18 November 2012 0 komentar
Suatu hari seorang anak laki-laki sedang bermain bersama ketiga temannya.
A   : Wah, mainanmu baru ya?
B   : Iya Nih. Mama yang beliin
C   : Beli dimana?
B   : Kata mamaku beli di Pasar.
A   : Lho koq dipasar sih?kata mamaku di pasa itu tempat membeli sayur.
C   : Iya. kemarin mamaku juga pulang dari pasar membawa sayur.
B   : O...gitu.berarti kalo ke Pasar kita bisa beli mainan dan sayur.
A   : He eh ya....trus ke Pasar naik apa?
B   : Naik motor lah. Khan jauh? Pasar itu jauuuhhhh sekali...
C   : tapi kalo mama ke Pasar naik becak.
A   : Lha terus mamaku naik apa? khan ga punya motor?
B   : kamu pingin mainan kaya gini?
C   : Iya.
B   : kalo gitu kita beli aja di tukang sayur yuk....khan sama saja.
A   : iya betul...mamaku kalo beli sayur kadang di pasar kadang di tukang sayur....



Baca Selengkapnya ....

ROBOPOD-Kretifitas Anak Negeri

Posted by Haliza Azwa 15 November 2012 0 komentar
Robopod atau Robot Podium adalah sebuah hasil karya tim Teknik Otomasi Industri SMK Tunas Harapan Pati. Robopod dilaunching pertama kali pada saat acara pembukaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) XX tingkat propinsi Jawa Tengah tahun 2011 lalu. Setelah itu, Robopod juga digunakan untuk acara pembukaan NSO (National Science Olympiad) SMP RSBI-tingkan Nasional yang ketiga di Surakarta, dan masih banyak even lainnya. Baru-baru ini, ROBOPOD digunakan juga untuk acara peresmian kabupaten Pati sebagai Kabupaten Vokasi di Jawa Tengah.
Robopod sejatinya adalah sebuah podium yang biasa digunakan untuk berpidato atau menyampaikan sambutan. dari bentuk yang dilihat, ROBOPOD hanya tampak seperti podium biasa. Namun istimewanya, podium ini bisa berubah ukuran, bergerak untuk melakukan aktifitas yang lain, seperti menggerakkan tombol, memukul gong, dan lain sebagainya.
         Jurusan Teknik Otomasi Industri merupakan satu dari 8 jurusan yang dimiliki SMK Tunas Harapan Pati. Sebagimana namanya, pada jurusan ini, siswa diajak berkreatifitas dan terampil mengoperasikan suatu alat berbasis otomasi. Selain bisa mengoperasikan, siswa juga diajak untuk terampil berkarya dan membuat ide. Banyak prestasi yang di dapat oleh siswa jurusan Teknik Otomasi Industri, antara lain adalah langganan juara Nasional LKS bidang mobile Robotic, juara nasional LKS Indsutrial Kontrol (2011), dan juara serupa untuk tingkat propinsi bidang Mekatronik. Selain Kreatifitas siswa, para guru juga membuat karya kreatif yang sudah beberapa kali diikutsertakan dalam pameran ilmiah, kegiatan pendidikan, bahkan menjuarai beberapa ajang kreatifitas. untuk lebih mengenal jurusan Teknik Otomasi Industri di SMK TUNAS HARAPAN PATI, anda bisa mengunjungi websitewww.smktunasharapanpati.sch.id dan memilih link Teknik Otomasi Industri.




Baca Selengkapnya ....

Apa yang engkau pikirkan

Posted by Haliza Azwa 07 November 2012 0 komentar

<Sekedar sharing.....>
Sebagai seorang guru, hati saya sangat sakit dan miris, ketika melihat siswa yang sudah dengan susah payah disekolahkan oleh orang tuanya, tetapi dia malah acuh tak acuh terhadap sekolahnya. Kali ini saya ingin berbagi dengan anda semuaa....
Ada siswa di sebuah sekolah yang sudah duduk di kelas XII. Anak ini berasal dari keluarga berkecukupan. Perekonomian keluarganya boleh dibilang tingkat menengah ke atas. kebutuhan anak selalu tercukupi, ini bisa dilihat dari fasilitas pendukunganya di sekolah. Orang tuanya memberi dukungan penuh dan pemenuhan kebutuhan materi yang mungkin bisa dibilang lebih dari cukup. Sehingga dengan materi yang berlebih itulah, anak bisa dengan mudahnya mengenal "asyik"nya dunia luar. Saking ayiknya "berpetualang" dengan teman-temannya, anak ini menjadi sering bolos, sama sekali tidak acuh terhadap sekolahnya.  
         Sang Anak  memang cukup bermasalah sejak kelas X, bahkan ketika duduk di kelas XI anak ini nyaris dikeluarkan dari sekolah, karena tindakannya yang sering bolos dan tidak acuh terhadap tugas-tugas sekolah. Tetapi berkat dukungan dari keluarga dan motivasi guru yang tiada henti, anak ini tetap bertahan di bangku sekolah sampai akhirnya dia kelas XII. Ketika akan naik ke kelas XII, keluarganya tertimpa musibah, ada salah satu anggota keluarga yang sakit keras, sehingga harus sering keluar masuk rumah sakit. Biaya pengobatan yang tinggi, menjadikan keluarganya pun sedikit goyah, anak ini secara otomatis kekurangan perhatian dari kedua orang tuanya.
Pada saat-saat ini pihak sekolah melalui guru tidak henti-hentinya memberikan motivasi untuk si anak, agar dia bisa kuat dan berubah dengan adanya musibah yang menimpa keluarganya. Awal kelas XII, sikap belajarnya membaik. Dia rajin masuk, mau mengerjakan tugas, dan tidak lagi membolos ketika pelajaran tertentu. 
Akan tetapi, mendekati semester pertama, kelakuannya berubah lagi, dia mulai sering bolos, baik bolos seharian penuh, maupun pada saat pelajaran tertentu. Anak ini pun terancam dikeluarkan dari sekolah. Ketika sekolah menghubungi orang tuanya, orang tuanya benar-benar syok, karena mereka mengira bahwa si Anak sudah berubah. dan akhir-akhir ini anak itu selalu ijin berangkat sekolah. Orang tuanya yang masih keluar masuk rumah sakit sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa....
Sungguh...melihat kejadian di atas, saya mengelus dada....dimanakah hati seorang anak melihat kondisi orang tuanya yang demikian. Jika anda bertemu dengan anak seperti ciri-ciri yang saya sebutkan di atas, mungkin tiga hal ini bisa kita pesankan pada mereka  :
  1. Ketika kita tersadar dari mimpi panjang tentang kehidupan angan-angan, kita harus menyadari bahwa tiada yang tersisa dari diri kita, kecuali penyesalan.
  2. Jika engkau memang tak lagi memiliki hati yang cukup bisa mengerti akan kasih sayang, dengan apakah lagi Ibumu menghiba untuk mendapat penghormatan
  3. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Masa depan kita tergantung dari apa yang kita lakukan sekarang.
Salam sayang untuk semua siswa di seluruh Indonesia....Berhentilah acuh terhadap sekolahmu, karena itu pasti akan menyakiti orang tuamu.  


Baca Selengkapnya ....

Salma si Gadis Desa

Posted by Haliza Azwa 31 October 2012 0 komentar

   Gadis kecil itu setiap pagi datang ke rumahku.Dia membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci piring, Mencuci baju, menyapu, dan semua pekerjaan rumah yag tidak bisa terselesaikan oleh Ibu. Gadis itu bekerja dengan sangat cekatan. Usinya baru sepuluh tahun. Lima tahun lebih muda daripadaku. Sesama perempuan, kadang aku meras iri dengannya. Dia begitu cekatan mengerjakan pekerjaan rumah, pekerjaan seorang perempuan. Sementra aku, urusan pekerjaan rumah seolah menjadi hantu yang menakutkan. Tidak pekerjaan rumah yang ku suka. Kalau di rumah, kegiatanku hanya belajar, belajar, dan belajar. Sesekali membantu Ibu mengantarkan kerupuk ke warung-wraung langganan kami. Selebihnya, tugasku hanya belajar. Ibuku sudah kelihatan sangat senang, kalau aku di rumah dan belajar. Sementara kesibukan Ibu setelah selesai mengurus rumah adalah menjahit dan mengawasi beberapa tetangga menggoreng kerupuk. Iya, Ibu memang wiraswasta tulen. Menjahit, jualan krupuk, usaha memintal “siyet”, dan sebagainya. Dan gadis yang ku ceritakan tadi, dia seperti asisten Ibu. Setelah selesai dengan kegiatan rumah, dia ikut membungkus kerupuk yang sudah digoreng. Kadang juga disuruh Ibu untuk mengobras hasil jahitan. Begitulah, setiap hari gadis itu membantu di rumah kami. Jam enam sampai sekitar jam 12 siang.
            Gadis kecil itu tidak bersekolah. Orang tuanya adalah keluarga dengan ekonomi kurang mampu. Ayahnya hanya menjadi buruh tani yang tidak setiap hari mendapatkan pekerjaan. Sementara Ibunya, adalah seorang tukang “gelpok” yang mengambil sisa-sisa bulir padi pada saat panen. Namun sayangnya, orang tua gadis itu tidak mengizinkan anaknya untuk bersekolah, meskipun ada beberapa orang yang menawarkan untuk membiayainya bersekolah di sekolah dasar. Orang tuanya selalu beranggapan buat apa anak perempuan sekolah, ujung-ujungnya tetap kerja di dapur. Itulah anggapan yang melekat kuat di pola pikir masyarakat kami waktu itu, sehingga untuk menyekolahkan anak, apalgi perempuan perlu perjuangan luar biasa. 

Baca Selengkapnya ....

Iman dan sepedanya

Posted by Haliza Azwa 30 October 2012 0 komentar

Teringat suatu kisah pada saat duduk di bangku Sekolah dasar dulu. Ada seorang anak laki-laki yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya. Sebut saja anak  itu bernama Iman. Karena sayang yang begitu besar, si orang tua melarang anaknya untuk bermain atau berlatih hal baru yang mengandung resiko cukup besar. Si anak pun menurut saja. Tetapi, kalau hanya bermain dengan teman, si orang tua selalu membolehkan.
Karena waktu itu,usianya masih kecil, maka dia senang bermain dengan teman-teman sebayanya beramai-ramai. Maklum, anak-anak kecil di desa kesibukannya sebagian besar adalah bermain, keluar masuk hutan atau perkebunan. Setelah itu, mandi di sungai sepuasnya. Maklum air sungai di desa masih sangat jernih dan bebas polusi. Pulang kalau sudah sore hari, karena ada keharusan mengaji. Untuk makan siang, biasanya anak-anak itu mencari buah-buahan di hutan kecil.  
Kita kembali pada si Iman. Karena orang tuanya melarang untuk melakukan hal yang beresiko, maka ketika teman-temannya sedang asyik bermain dan mandi di sungai, dia pun hanya melihat dan  menunggu dari pinggir saja sambil menjaga pakaian teman-temannya. Dia tidak berani karena orang tua tidak memperbolehkan dia melakukan hal yang beresiko. Begitu juga ketika teman-temannya beramai-ramai latihan sepeda milik salah seorang anak yang baru dibelikan sepeda bekas. Semua teman-temannya berlatih sepeda itu dengan semangat tinggi. Melihat teman-temannya berlatih sepeda, Iman ingin sekali ikut latihan. “Enak ya kalau sudah bisa naik sepeda, bisa bermain ke tempat yang lebih jauh dan lebih ramai.tidak hanya di kampung ini saja.” Pikir Iman di dalam hati.
Iman pun memberanikan diri minta dibelikan sepeda oleh orang tuanya. Orang tua Iman yang memang sayang sekali terhadap Iman akhirnya menyetujui permintaan anak kesayangannya tersebut. Pada suatu hari yang cerah, Iman pun sangat bergembira karena ayahnya yang tadi pagi pamitan akan pergi ke pasar, ternyata pulang membawa sepeda baru.

Baca Selengkapnya ....

Sehat di Idul Qurban

Posted by Haliza Azwa 26 October 2012 2 komentar
Allahu Akbar....Allahu Akbar....Allahu Akbar...wa lillahil hamdu...
Memasuki hari tasrik yang pertama, atau tanggal 11 Dzulhijjah 1433 H, gema takbir masih terasa. Seiring masih berjalannya pelaksanaan ibadah wajib dan rukun haji di Mekkah, maka semua umat muslim di seluruh dunia, hari ini juga masih merasakan keagungan lebaran Qurban. Bahkan di beberapa tempat, penyembelihan hewan qurban masih dilaksanakan hingga hari ini.tiga hari ke depan (sampai tanggal 13 dzulhijjah) semua umat muslim juga masih diharamkan berpuasa. Pada lebaran ini, kita sengaja dimuliakan Allah dengan kenikmatan memakan daging. kalau di Indonesia, berarti ya daging sapi/kerbau atau kambing. 
     Dengan kenikmatan yang diberikan itu, maka sudah sepatutnyalah kita bersyukur tiada henti. Selain itu, jangan lupa pula untuk tetap menjaga kesehatan. karena biasanya, semakin banyak daging yang kita konsumsi, maka semakin banyak pula resiko yang kita hadapi. Apalagi daging merupakan makanan yang rendah serat, sehingga agak kurang bersahabat dengan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.Apalagi jika kita terlalu banyak mengkonsumsi bagian lemak yang tinggi kolesterol. Banyak sekali penyakit yang akan datang menghampiri, misalnya saja kolestero tinggi, darah tinggi, asam urat, dan sebagainya. 


Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Education Center.