Merindukan Indonesia Baru
04 February 2013
0
komentar
Rasanya sudah bosan dengan pemandangan setiap hari di televisi. Suguhan berita hanya bolak balik arah dari kehidupan selebritis yang serba wah, gosip tentang hubungan terlarang atau Artis yang sedang naik daun dan tersandung Narkoba. Bosan juga dengan acara televisi yang menyuguhkan talk show atau reality show yang hanya membahas kesuksesan-kesuksesan para artis. Seolah-olah di negeri ini hanya artis saja yang mudah dapat "duit". Kalo ga artis, yang jadi bahan pemberitaan ya mereka yang sekarang sedang wira wiri di ruang sidang tersandung kasus korupsi. Topik pembicaraan tenatng mereka yang ramai ramai kita pilih untuk menyauarakan aspirasi kita, mereka yang disebut oleh negara sebagai Wakil Rakyat.
Entah karena apa dan awalnya bagaimana seolah negara ini tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Tidur panjang dan pulas.Sebagian orang yang diamanahi kekuasaan cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Tidak ada langkah ekstra dan nyata yang terbukti jitu mengajak semua elemen bangsa ini menjadi satu padu membangun kejayaan bersama. Mereka yang berkuasa justru leluasa membuat bangsa ini menjadi semakin rendah dalam pandangan dunia.
Entah mengapa dan bagaimana pula ceritanya babak baru dari Indonesia belum pernah dimulai. Kita hanya bisa berbincang dan berdiskusi, Berencana dan bermimpi tentang negeri impian yang indah, negeri impian yang maju pesat, tapi sampai hari ini negeri itu hanyalah mimpi. Hanya Negeri dongeng, yang akan segera terlupakan ketika kita terlelap tidur.
Kita belum memiliki bangsa ini sepenuhnya atau kita semua belum memiliki ilmu untuk mengelola bangsa ini dengan sebaik-baiknya. Perlukah kita "dijajah lagi" oleh bangsa lain, sehingga kita bisa belajar memaknai kemerdekaan, memaknai persatuan, dan memaknai kebangsaan. Atau mungkinkah kita memang sudah "terjajah"? Bukan oleh bangsa lain tetapi oleh bangsa kita sendiri, bahkan oleh pikiran kita sendiri. Mari kita renungkan dan kaji bersama, kalau perlu ditayangakan di media massa laksana sinetron stripping tentang sejaranh dan langkah kemajuan bangsa lain. agar kita bisa berkaca, agar hati dan pikiran kita bisa mengerti, dimana sebenarnya letak kebodohan kita, sehingga bangsa ini sulit sekali bangkit mengembangkan diri.
------------Rindunya Hati melihat Jayanya Negeri---------------------
Entah karena apa dan awalnya bagaimana seolah negara ini tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Tidur panjang dan pulas.Sebagian orang yang diamanahi kekuasaan cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Tidak ada langkah ekstra dan nyata yang terbukti jitu mengajak semua elemen bangsa ini menjadi satu padu membangun kejayaan bersama. Mereka yang berkuasa justru leluasa membuat bangsa ini menjadi semakin rendah dalam pandangan dunia.
Entah mengapa dan bagaimana pula ceritanya babak baru dari Indonesia belum pernah dimulai. Kita hanya bisa berbincang dan berdiskusi, Berencana dan bermimpi tentang negeri impian yang indah, negeri impian yang maju pesat, tapi sampai hari ini negeri itu hanyalah mimpi. Hanya Negeri dongeng, yang akan segera terlupakan ketika kita terlelap tidur.
Kita belum memiliki bangsa ini sepenuhnya atau kita semua belum memiliki ilmu untuk mengelola bangsa ini dengan sebaik-baiknya. Perlukah kita "dijajah lagi" oleh bangsa lain, sehingga kita bisa belajar memaknai kemerdekaan, memaknai persatuan, dan memaknai kebangsaan. Atau mungkinkah kita memang sudah "terjajah"? Bukan oleh bangsa lain tetapi oleh bangsa kita sendiri, bahkan oleh pikiran kita sendiri. Mari kita renungkan dan kaji bersama, kalau perlu ditayangakan di media massa laksana sinetron stripping tentang sejaranh dan langkah kemajuan bangsa lain. agar kita bisa berkaca, agar hati dan pikiran kita bisa mengerti, dimana sebenarnya letak kebodohan kita, sehingga bangsa ini sulit sekali bangkit mengembangkan diri.
------------Rindunya Hati melihat Jayanya Negeri---------------------
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Merindukan Indonesia Baru
Ditulis oleh Haliza Azwa
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://blogesemha.blogspot.com/2013/02/merindukan-indonesia-baru.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Haliza Azwa
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Post a Comment