Apa yang engkau pikirkan

Posted by Haliza Azwa 07 November 2012 0 komentar

<Sekedar sharing.....>
Sebagai seorang guru, hati saya sangat sakit dan miris, ketika melihat siswa yang sudah dengan susah payah disekolahkan oleh orang tuanya, tetapi dia malah acuh tak acuh terhadap sekolahnya. Kali ini saya ingin berbagi dengan anda semuaa....
Ada siswa di sebuah sekolah yang sudah duduk di kelas XII. Anak ini berasal dari keluarga berkecukupan. Perekonomian keluarganya boleh dibilang tingkat menengah ke atas. kebutuhan anak selalu tercukupi, ini bisa dilihat dari fasilitas pendukunganya di sekolah. Orang tuanya memberi dukungan penuh dan pemenuhan kebutuhan materi yang mungkin bisa dibilang lebih dari cukup. Sehingga dengan materi yang berlebih itulah, anak bisa dengan mudahnya mengenal "asyik"nya dunia luar. Saking ayiknya "berpetualang" dengan teman-temannya, anak ini menjadi sering bolos, sama sekali tidak acuh terhadap sekolahnya.  
         Sang Anak  memang cukup bermasalah sejak kelas X, bahkan ketika duduk di kelas XI anak ini nyaris dikeluarkan dari sekolah, karena tindakannya yang sering bolos dan tidak acuh terhadap tugas-tugas sekolah. Tetapi berkat dukungan dari keluarga dan motivasi guru yang tiada henti, anak ini tetap bertahan di bangku sekolah sampai akhirnya dia kelas XII. Ketika akan naik ke kelas XII, keluarganya tertimpa musibah, ada salah satu anggota keluarga yang sakit keras, sehingga harus sering keluar masuk rumah sakit. Biaya pengobatan yang tinggi, menjadikan keluarganya pun sedikit goyah, anak ini secara otomatis kekurangan perhatian dari kedua orang tuanya.
Pada saat-saat ini pihak sekolah melalui guru tidak henti-hentinya memberikan motivasi untuk si anak, agar dia bisa kuat dan berubah dengan adanya musibah yang menimpa keluarganya. Awal kelas XII, sikap belajarnya membaik. Dia rajin masuk, mau mengerjakan tugas, dan tidak lagi membolos ketika pelajaran tertentu. 
Akan tetapi, mendekati semester pertama, kelakuannya berubah lagi, dia mulai sering bolos, baik bolos seharian penuh, maupun pada saat pelajaran tertentu. Anak ini pun terancam dikeluarkan dari sekolah. Ketika sekolah menghubungi orang tuanya, orang tuanya benar-benar syok, karena mereka mengira bahwa si Anak sudah berubah. dan akhir-akhir ini anak itu selalu ijin berangkat sekolah. Orang tuanya yang masih keluar masuk rumah sakit sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa....
Sungguh...melihat kejadian di atas, saya mengelus dada....dimanakah hati seorang anak melihat kondisi orang tuanya yang demikian. Jika anda bertemu dengan anak seperti ciri-ciri yang saya sebutkan di atas, mungkin tiga hal ini bisa kita pesankan pada mereka  :
  1. Ketika kita tersadar dari mimpi panjang tentang kehidupan angan-angan, kita harus menyadari bahwa tiada yang tersisa dari diri kita, kecuali penyesalan.
  2. Jika engkau memang tak lagi memiliki hati yang cukup bisa mengerti akan kasih sayang, dengan apakah lagi Ibumu menghiba untuk mendapat penghormatan
  3. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Masa depan kita tergantung dari apa yang kita lakukan sekarang.
Salam sayang untuk semua siswa di seluruh Indonesia....Berhentilah acuh terhadap sekolahmu, karena itu pasti akan menyakiti orang tuamu.  


Baca Selengkapnya ....

Salma si Gadis Desa

Posted by Haliza Azwa 31 October 2012 0 komentar

   Gadis kecil itu setiap pagi datang ke rumahku.Dia membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci piring, Mencuci baju, menyapu, dan semua pekerjaan rumah yag tidak bisa terselesaikan oleh Ibu. Gadis itu bekerja dengan sangat cekatan. Usinya baru sepuluh tahun. Lima tahun lebih muda daripadaku. Sesama perempuan, kadang aku meras iri dengannya. Dia begitu cekatan mengerjakan pekerjaan rumah, pekerjaan seorang perempuan. Sementra aku, urusan pekerjaan rumah seolah menjadi hantu yang menakutkan. Tidak pekerjaan rumah yang ku suka. Kalau di rumah, kegiatanku hanya belajar, belajar, dan belajar. Sesekali membantu Ibu mengantarkan kerupuk ke warung-wraung langganan kami. Selebihnya, tugasku hanya belajar. Ibuku sudah kelihatan sangat senang, kalau aku di rumah dan belajar. Sementara kesibukan Ibu setelah selesai mengurus rumah adalah menjahit dan mengawasi beberapa tetangga menggoreng kerupuk. Iya, Ibu memang wiraswasta tulen. Menjahit, jualan krupuk, usaha memintal “siyet”, dan sebagainya. Dan gadis yang ku ceritakan tadi, dia seperti asisten Ibu. Setelah selesai dengan kegiatan rumah, dia ikut membungkus kerupuk yang sudah digoreng. Kadang juga disuruh Ibu untuk mengobras hasil jahitan. Begitulah, setiap hari gadis itu membantu di rumah kami. Jam enam sampai sekitar jam 12 siang.
            Gadis kecil itu tidak bersekolah. Orang tuanya adalah keluarga dengan ekonomi kurang mampu. Ayahnya hanya menjadi buruh tani yang tidak setiap hari mendapatkan pekerjaan. Sementara Ibunya, adalah seorang tukang “gelpok” yang mengambil sisa-sisa bulir padi pada saat panen. Namun sayangnya, orang tua gadis itu tidak mengizinkan anaknya untuk bersekolah, meskipun ada beberapa orang yang menawarkan untuk membiayainya bersekolah di sekolah dasar. Orang tuanya selalu beranggapan buat apa anak perempuan sekolah, ujung-ujungnya tetap kerja di dapur. Itulah anggapan yang melekat kuat di pola pikir masyarakat kami waktu itu, sehingga untuk menyekolahkan anak, apalgi perempuan perlu perjuangan luar biasa. 

Baca Selengkapnya ....

Iman dan sepedanya

Posted by Haliza Azwa 30 October 2012 0 komentar

Teringat suatu kisah pada saat duduk di bangku Sekolah dasar dulu. Ada seorang anak laki-laki yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya. Sebut saja anak  itu bernama Iman. Karena sayang yang begitu besar, si orang tua melarang anaknya untuk bermain atau berlatih hal baru yang mengandung resiko cukup besar. Si anak pun menurut saja. Tetapi, kalau hanya bermain dengan teman, si orang tua selalu membolehkan.
Karena waktu itu,usianya masih kecil, maka dia senang bermain dengan teman-teman sebayanya beramai-ramai. Maklum, anak-anak kecil di desa kesibukannya sebagian besar adalah bermain, keluar masuk hutan atau perkebunan. Setelah itu, mandi di sungai sepuasnya. Maklum air sungai di desa masih sangat jernih dan bebas polusi. Pulang kalau sudah sore hari, karena ada keharusan mengaji. Untuk makan siang, biasanya anak-anak itu mencari buah-buahan di hutan kecil.  
Kita kembali pada si Iman. Karena orang tuanya melarang untuk melakukan hal yang beresiko, maka ketika teman-temannya sedang asyik bermain dan mandi di sungai, dia pun hanya melihat dan  menunggu dari pinggir saja sambil menjaga pakaian teman-temannya. Dia tidak berani karena orang tua tidak memperbolehkan dia melakukan hal yang beresiko. Begitu juga ketika teman-temannya beramai-ramai latihan sepeda milik salah seorang anak yang baru dibelikan sepeda bekas. Semua teman-temannya berlatih sepeda itu dengan semangat tinggi. Melihat teman-temannya berlatih sepeda, Iman ingin sekali ikut latihan. “Enak ya kalau sudah bisa naik sepeda, bisa bermain ke tempat yang lebih jauh dan lebih ramai.tidak hanya di kampung ini saja.” Pikir Iman di dalam hati.
Iman pun memberanikan diri minta dibelikan sepeda oleh orang tuanya. Orang tua Iman yang memang sayang sekali terhadap Iman akhirnya menyetujui permintaan anak kesayangannya tersebut. Pada suatu hari yang cerah, Iman pun sangat bergembira karena ayahnya yang tadi pagi pamitan akan pergi ke pasar, ternyata pulang membawa sepeda baru.

Baca Selengkapnya ....

Sehat di Idul Qurban

Posted by Haliza Azwa 26 October 2012 2 komentar
Allahu Akbar....Allahu Akbar....Allahu Akbar...wa lillahil hamdu...
Memasuki hari tasrik yang pertama, atau tanggal 11 Dzulhijjah 1433 H, gema takbir masih terasa. Seiring masih berjalannya pelaksanaan ibadah wajib dan rukun haji di Mekkah, maka semua umat muslim di seluruh dunia, hari ini juga masih merasakan keagungan lebaran Qurban. Bahkan di beberapa tempat, penyembelihan hewan qurban masih dilaksanakan hingga hari ini.tiga hari ke depan (sampai tanggal 13 dzulhijjah) semua umat muslim juga masih diharamkan berpuasa. Pada lebaran ini, kita sengaja dimuliakan Allah dengan kenikmatan memakan daging. kalau di Indonesia, berarti ya daging sapi/kerbau atau kambing. 
     Dengan kenikmatan yang diberikan itu, maka sudah sepatutnyalah kita bersyukur tiada henti. Selain itu, jangan lupa pula untuk tetap menjaga kesehatan. karena biasanya, semakin banyak daging yang kita konsumsi, maka semakin banyak pula resiko yang kita hadapi. Apalagi daging merupakan makanan yang rendah serat, sehingga agak kurang bersahabat dengan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.Apalagi jika kita terlalu banyak mengkonsumsi bagian lemak yang tinggi kolesterol. Banyak sekali penyakit yang akan datang menghampiri, misalnya saja kolestero tinggi, darah tinggi, asam urat, dan sebagainya. 


Baca Selengkapnya ....

5 Tips Sukses menjadi Juara Kelas

Posted by Haliza Azwa 17 October 2012 3 komentar

Ujian sekolah semester gasal tahun ajaran 2012/2013 akan segera datang. Tak kurang dari dua bulan lagi, proses evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa selama 1 semester atau 6 bulan akan segera dilakukan. Sebagai siswa, tentunya ingin mendapatkan hasil yang terbaik atas usaha yang selama ini telah dilakukan. Persiapan menghadapi tes semester sudah harus dimulai dari sekarang. Setiap siswa tentunya ingin mendapatkan hasil yang terbaik (baca : nilai) untuk semua mata pelajaran yang akan telah ditempuh selama satu semester ini.

Disini saya akan mencoba berbagi beberapa tips yang sudah saya praktekkan ketika menjadi siswa/mahasiswa dulu. Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan nilai terbaik bahkan selalu menjadi juara kelas. Berikut ini tips saya untuk kalian semua dalam menghadapi ujian akhir semester :

1.      Persiapkan semua materi pelajaran dengan baik.
Semua materi pelajaran yang sudah dipelajari, hendaklah diperiksa kelengkapannya. Mulai dari buku catatan, fotokopian materi dari guru, atau bahkan buku penunjang. Jika masih ada catatan yang kurang, segeralah pinjam catatan teman lain yang lebih lengkap. Jika ada materi yang belum dipahami, mintalah penjelasan kembali pada teman yang lebih paham atau pada guru yang mengajar. Untuk buku pelengkap, kalian tidak perlu membeli, bisa saja buku itu dipinjam di perpustakaan atau pada kakak kelas. Kelengkapan materi ini menjadi hal awal yang perlu kalian siapkan secara teliti. 

2.      Jaga kondisi Kesehatan.
Menghadapi musim pancaroba seperti saat ini, kita perlu benar-benar menjaga kondisi tubuh kita agar selalu fit. Perhatikan apa yang kalian makan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

3.      Buatlah catatan kecil tentang target nilai yang ingin anda capai.
Anda perlu membuat target nilai yang ingin anda capai setelah pelaksanaan tes semester. Untuk menulis target nilai ini, perhatikan bagimana cara penilaian guru, prosentase setiap tes dan tugas yang diberikan, serta nilai yang sudah diperoleh pada ulangan harian. Setelah itu buatlah target tertinggi yang bisa anda capai. Contoh:
TARGET NILAI SEMESTER GANJIL 2011/2012
NO
MATA PELAJARAN
TARGET NILAI
1
MATEMATIKA
90
2
BAHASA INDONESIA
95
3
FISIKA
95
4
BAHASA INGGRIS
90
5
KIMIA
90
6
KKPI
95

Dan lain-lain
(sejumlah mata pelajaran)
Tempatkanlah target nilai yang sudah kalian buat, pada tempat yang paling sering dilihat, agar target ini bisa selalu memberi motivasi dan pengingat jika motivasi belajar kalian sedang menurun.

4.      Buat jadwal belajar yang lebih teratur dengan porsi yang lebih banyak.
Setelah target nilai direncanakan dengan baik, maka berikutnya adalah membuat jadwal belajar yang lebih sering dan efektif. Jadwal untuk setiap mata pelajaran bisa jadi berbeda, tergantung tingkat kesulitan dan target yang sudah kalian tetapkan. Berdisplinlah dengan jadwal yang sudah kaian buat.

5.      Berdoa
Setelah semua tenaga kita curahkan untuk berikhtiar, maka hal lain yang perlu ditingkatkan adalah ibadah kita kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk senatiasa melakukan sholat tahajud, Tertiblah dalam sholat lima waktu, dan jika mampu berpuasalah. InsyaAllah pertolongan Allah akan datang pada kita tepat pada saat kita membutuhkannya.

Baca Selengkapnya ....

Administrasi Guru

Posted by Haliza Azwa 0 komentar
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah salah satu perangkat pembejaran yang harus dibuat oleh guru setiap awal tahun pelajaran. RPP ini harus selalu dibuat dan diperbarui setiap tahun, karena merupakan acuan guru untuk melaksanakan pembelejaran di kelas selama satu tahun pelajaran.Intinya RPP merupakan tugas wajib bagi guru atau istilah lainnya merupakan "makanan pokok" yang tidak boleh terlewatkan. Meski merupakan "makanan pokok", ternyata dalam pembuatan RPP ini masih banyak kendala dan masalah, terutama penggunaan tata bahasa. Bisanya kita memerlukan bahan acuan atau contoh agar lebih mudah dalam membuat RPP. Untuk itu, penulis akan berbagi...

Baca Selengkapnya ....

Belajar dari anak...

Posted by Haliza Azwa 16 October 2012 0 komentar

Bismillahirrahmanirrahiim…..
Suara itu terasa berat. Hampir seperti merengek…
Alhamdulillahi….(rabbil ‘alamin)-yang dikasih kurung hamper ga kedengeran-
Suara itu semakin berat….
Arrahma-(Nirrahiiim)
Suara yang keluar beriringan dengan suara serak yang kian berat…..
Maaliki yaumiddin….
(………..)
Lanjutan Alfatihah itu sudah tergantikan dengan sesenggukan….
Hmms…hms….hms…..

“Lho….kenapa tidak dilanjutkan tadi Alfatihahnya?”
Dengan bibir yang maju lima centi dan suara serak yang berat…”Bunda aja”.
Aku menahan diri untuk tertawa. Geli juga mendengar dan melihatnya. Ada bendungan air
mata yang siap tumpah. Ada rasa marah dan keinginan yang tak bisa segera terwujudkan…
(Ya Allah,semoga perjuangan seorang Ibu ini menjadi pemantik api kesadaran seorang insane
untuk selalu mendahulukan ketaatan pada RabbNya. Aku berdoa lirih dalam hati)
Tidak tega juga melihatnya seperti itu…kalau lagi asyik dengan permainannya, apalagi
permainan “menyetir mobil” tidak bisa diajak belajar apalagi mengaji.


Baca Selengkapnya ....

Mimpiku (2)

Posted by Haliza Azwa 25 September 2012 0 komentar

Aku terus berusaha mendapatkan pekerjaan “terbaik”, Bisa pulang ke rumah maksimal jam dua dan tidak perlu kerja shift. (kedengarannya egois banget ya. Lha wong masih jadi pelamar aja, kriteria kok macem-macem. Hehehe…..). kalo mau usaha di rumah, aku juga bingug mau usaha apa. Maklum tidak pernah punya pengalaman dalam bidang “marketing”. Akhirnya, aku masih memutuskan juga untuk hunting tempat kerja terbaik.
Beberapa wawancara sudah aku kunjungi, namun belum ada juga yang “berjodoh” denganku. Aku belum menemukan pilihan “terbaik” seperti impian kami. Alhamdulillah, suamiku mendukung setiap apa yang aku lakukan.
Di samping mengirimkan banyak lamaran itu, aku juga harus mulai belajar lagi, karena terus terang semenjak aku lulus kuliah awal tahun 2006, kemudian menikah dan hamil sampai melahirkan anak petama, aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk “belajar dan mengulang” ilmu yang kudapatkan di bangku pendidikan. Maka ketika aku dihadapkan pada tes kerja, akupun mulai membuka kembali tumpukan kitab yang tertata rapi dalam istana kardus.

Baca Selengkapnya ....

Mimpiku (1)

Posted by Haliza Azwa 23 September 2012 0 komentar

Teringat dengan sepenggal cerita kehidupan, di akhir desember tahun dua ribu delapan.
Saat itu, aku sedang pontang panting mencari pekerjaan “terbaik” bagiku dan keluarga (aku katakan pekerjaan terbaik, bukan hanya pekerjaan dengan gaji yang lebih atau tempat yang terhormat, tetapi juga pas dengan kondisiku sebagai istri dan seorang ibu Rumah Tangga). Ya…Semenjak pertengahan tahun 2008, aku memang mulai sibuk mengirim beberapa lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan yang membuka lowongan di sekitar kami tinggal di suatu daerah di Sidoarjo, Jawa Timur. Banyak perusahaan yang ku kirimi lamaran, dan ada beberapa perusahaan yang memanggilku untuk tes. Tapi sampai akhir tahun 2008, aku belum juga menemukan pekerjaan “terbaik” tersebut. 

Baca Selengkapnya ....

Selamat Pagi....

Posted by Haliza Azwa 21 September 2012 0 komentar
Selamat pagi semuanya....
Sudah lama sekali  blog ini tidak terurus dengan baik rupanya. Lama sekali tidak menulis disini.
Setelah berkutat dengan rutinitas yang cukup padat, ingin rasanya kembali menulis di blog dan 
membuat blog ini lebih bermanfaat dan lebih ramai. 
Pagi ini sambil menunggu jam mengajar di sekolah,saya ingin membagi cerita tentang keresahan saya pribadi 
atas pendidikan sekarang.
Sebagai seorang guru, saya merasa khawatir dengan perkembangan siswa. Banyak diantara siswa yang tidak memiliki motivasi yang baik dalam bersekolah. Mereka cenderung malas untuk belajar dengan tekun dan sangat rendah sekali jiwa kerja kerasnya. Padahal, para guru tidak henti-hentinya memberikan motivasi tentang pentingnya hal tersebut. Tetapi, setiap peringatan dan motivasi yang diberikan seolah-olah hanya dianggap sebagai berita dan angin lalu saja. Rendahnya motivasi siswa berpengaruh sangat besar terhadap proses belajar yang dikerjakan di sekolah....Para pembaca sekalian kami mohon masukan dan komentarnya atau sharing informasi barangkali bagaimana caranya mengefektifkan pemberian motivasi terhadap siswa...


Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Education Center.