Posted by Haliza Azwa 18 November 2012 0 komentar
Suatu hari seorang anak laki-laki sedang bermain bersama ketiga temannya.
A   : Wah, mainanmu baru ya?
B   : Iya Nih. Mama yang beliin
C   : Beli dimana?
B   : Kata mamaku beli di Pasar.
A   : Lho koq dipasar sih?kata mamaku di pasa itu tempat membeli sayur.
C   : Iya. kemarin mamaku juga pulang dari pasar membawa sayur.
B   : O...gitu.berarti kalo ke Pasar kita bisa beli mainan dan sayur.
A   : He eh ya....trus ke Pasar naik apa?
B   : Naik motor lah. Khan jauh? Pasar itu jauuuhhhh sekali...
C   : tapi kalo mama ke Pasar naik becak.
A   : Lha terus mamaku naik apa? khan ga punya motor?
B   : kamu pingin mainan kaya gini?
C   : Iya.
B   : kalo gitu kita beli aja di tukang sayur yuk....khan sama saja.
A   : iya betul...mamaku kalo beli sayur kadang di pasar kadang di tukang sayur....



Baca Selengkapnya ....

ROBOPOD-Kretifitas Anak Negeri

Posted by Haliza Azwa 15 November 2012 0 komentar
Robopod atau Robot Podium adalah sebuah hasil karya tim Teknik Otomasi Industri SMK Tunas Harapan Pati. Robopod dilaunching pertama kali pada saat acara pembukaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) XX tingkat propinsi Jawa Tengah tahun 2011 lalu. Setelah itu, Robopod juga digunakan untuk acara pembukaan NSO (National Science Olympiad) SMP RSBI-tingkan Nasional yang ketiga di Surakarta, dan masih banyak even lainnya. Baru-baru ini, ROBOPOD digunakan juga untuk acara peresmian kabupaten Pati sebagai Kabupaten Vokasi di Jawa Tengah.
Robopod sejatinya adalah sebuah podium yang biasa digunakan untuk berpidato atau menyampaikan sambutan. dari bentuk yang dilihat, ROBOPOD hanya tampak seperti podium biasa. Namun istimewanya, podium ini bisa berubah ukuran, bergerak untuk melakukan aktifitas yang lain, seperti menggerakkan tombol, memukul gong, dan lain sebagainya.
         Jurusan Teknik Otomasi Industri merupakan satu dari 8 jurusan yang dimiliki SMK Tunas Harapan Pati. Sebagimana namanya, pada jurusan ini, siswa diajak berkreatifitas dan terampil mengoperasikan suatu alat berbasis otomasi. Selain bisa mengoperasikan, siswa juga diajak untuk terampil berkarya dan membuat ide. Banyak prestasi yang di dapat oleh siswa jurusan Teknik Otomasi Industri, antara lain adalah langganan juara Nasional LKS bidang mobile Robotic, juara nasional LKS Indsutrial Kontrol (2011), dan juara serupa untuk tingkat propinsi bidang Mekatronik. Selain Kreatifitas siswa, para guru juga membuat karya kreatif yang sudah beberapa kali diikutsertakan dalam pameran ilmiah, kegiatan pendidikan, bahkan menjuarai beberapa ajang kreatifitas. untuk lebih mengenal jurusan Teknik Otomasi Industri di SMK TUNAS HARAPAN PATI, anda bisa mengunjungi websitewww.smktunasharapanpati.sch.id dan memilih link Teknik Otomasi Industri.




Baca Selengkapnya ....

Apa yang engkau pikirkan

Posted by Haliza Azwa 07 November 2012 0 komentar

<Sekedar sharing.....>
Sebagai seorang guru, hati saya sangat sakit dan miris, ketika melihat siswa yang sudah dengan susah payah disekolahkan oleh orang tuanya, tetapi dia malah acuh tak acuh terhadap sekolahnya. Kali ini saya ingin berbagi dengan anda semuaa....
Ada siswa di sebuah sekolah yang sudah duduk di kelas XII. Anak ini berasal dari keluarga berkecukupan. Perekonomian keluarganya boleh dibilang tingkat menengah ke atas. kebutuhan anak selalu tercukupi, ini bisa dilihat dari fasilitas pendukunganya di sekolah. Orang tuanya memberi dukungan penuh dan pemenuhan kebutuhan materi yang mungkin bisa dibilang lebih dari cukup. Sehingga dengan materi yang berlebih itulah, anak bisa dengan mudahnya mengenal "asyik"nya dunia luar. Saking ayiknya "berpetualang" dengan teman-temannya, anak ini menjadi sering bolos, sama sekali tidak acuh terhadap sekolahnya.  
         Sang Anak  memang cukup bermasalah sejak kelas X, bahkan ketika duduk di kelas XI anak ini nyaris dikeluarkan dari sekolah, karena tindakannya yang sering bolos dan tidak acuh terhadap tugas-tugas sekolah. Tetapi berkat dukungan dari keluarga dan motivasi guru yang tiada henti, anak ini tetap bertahan di bangku sekolah sampai akhirnya dia kelas XII. Ketika akan naik ke kelas XII, keluarganya tertimpa musibah, ada salah satu anggota keluarga yang sakit keras, sehingga harus sering keluar masuk rumah sakit. Biaya pengobatan yang tinggi, menjadikan keluarganya pun sedikit goyah, anak ini secara otomatis kekurangan perhatian dari kedua orang tuanya.
Pada saat-saat ini pihak sekolah melalui guru tidak henti-hentinya memberikan motivasi untuk si anak, agar dia bisa kuat dan berubah dengan adanya musibah yang menimpa keluarganya. Awal kelas XII, sikap belajarnya membaik. Dia rajin masuk, mau mengerjakan tugas, dan tidak lagi membolos ketika pelajaran tertentu. 
Akan tetapi, mendekati semester pertama, kelakuannya berubah lagi, dia mulai sering bolos, baik bolos seharian penuh, maupun pada saat pelajaran tertentu. Anak ini pun terancam dikeluarkan dari sekolah. Ketika sekolah menghubungi orang tuanya, orang tuanya benar-benar syok, karena mereka mengira bahwa si Anak sudah berubah. dan akhir-akhir ini anak itu selalu ijin berangkat sekolah. Orang tuanya yang masih keluar masuk rumah sakit sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa....
Sungguh...melihat kejadian di atas, saya mengelus dada....dimanakah hati seorang anak melihat kondisi orang tuanya yang demikian. Jika anda bertemu dengan anak seperti ciri-ciri yang saya sebutkan di atas, mungkin tiga hal ini bisa kita pesankan pada mereka  :
  1. Ketika kita tersadar dari mimpi panjang tentang kehidupan angan-angan, kita harus menyadari bahwa tiada yang tersisa dari diri kita, kecuali penyesalan.
  2. Jika engkau memang tak lagi memiliki hati yang cukup bisa mengerti akan kasih sayang, dengan apakah lagi Ibumu menghiba untuk mendapat penghormatan
  3. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Masa depan kita tergantung dari apa yang kita lakukan sekarang.
Salam sayang untuk semua siswa di seluruh Indonesia....Berhentilah acuh terhadap sekolahmu, karena itu pasti akan menyakiti orang tuamu.  


Baca Selengkapnya ....
ricky pratama support eva's blog - Original design by Bamz | Copyright of Education Center.