Mimpiku (2)
25 September 2012
0
komentar
Aku terus berusaha mendapatkan pekerjaan “terbaik”, Bisa
pulang ke rumah maksimal jam dua dan tidak perlu kerja shift. (kedengarannya
egois banget ya. Lha wong masih jadi pelamar aja, kriteria kok macem-macem.
Hehehe…..). kalo mau usaha di rumah, aku juga bingug mau usaha apa. Maklum
tidak pernah punya pengalaman dalam bidang “marketing”. Akhirnya, aku masih
memutuskan juga untuk hunting tempat kerja terbaik.
Beberapa wawancara sudah aku kunjungi, namun belum ada juga
yang “berjodoh” denganku. Aku belum menemukan pilihan “terbaik” seperti impian
kami. Alhamdulillah, suamiku mendukung setiap apa yang aku lakukan.
Di samping mengirimkan banyak lamaran itu, aku juga harus mulai
belajar lagi, karena terus terang semenjak aku lulus kuliah awal tahun 2006,
kemudian menikah dan hamil sampai melahirkan anak petama, aku sama sekali tidak
punya kesempatan untuk “belajar dan mengulang” ilmu yang kudapatkan di bangku
pendidikan. Maka ketika aku dihadapkan pada tes kerja, akupun mulai membuka
kembali tumpukan kitab yang tertata rapi dalam istana kardus.
Baca Selengkapnya ....
